Image Feature Post HUT RI Ke-80

Karnaval HUT RI Ke-80 Desa Mojoagung Meriah: MTs, MA, dan PonPes Falahul Huda Pukau Warga dengan Kreasi Unik

Semarak Karnaval Desa Mojoagung 2025

Kendal – Suasana Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kendal, pada Sabtu (30/8/2025) berubah menjadi lautan warna dan tawa. Ratusan warga dari berbagai dusun, lembaga pendidikan, serta organisasi kepemudaan tumpah ruah dalam Karnaval Desa Mojoagung 2025. Acara ini digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, sekaligus menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Karnaval yang diadakan setiap tahun ini selalu menjadi magnet bagi warga, baik sebagai peserta maupun penonton. Tahun ini, partisipasi semakin meriah karena hadirnya lembaga pendidikan seperti MTs, MA, dan Pondok Pesantren Falahul Huda yang menampilkan kreasi spektakuler berbasis bahan daur ulang.

Kreasi Gaun dari Plastik dan Kertas Bekas

Salah satu penampilan paling ditunggu adalah parade busana kreasi dari siswi MA Falahul Huda. Mereka menampilkan gaun yang terbuat dari bahan bekas, seperti plastik kemasan, botol minuman, hingga kertas bekas, yang disulap menjadi pakaian indah nan elegan.

Dengan penuh percaya diri, para siswi berjalan di sepanjang rute karnaval, menampilkan busana yang tidak hanya unik tetapi juga mengandung pesan mendalam: pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami ingin mengajarkan kepada masyarakat bahwa plastik dan kertas bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sarana edukasi dan inovasi. Karnaval ini memberi kami ruang untuk menunjukkan bahwa anak muda mampu memberikan solusi kreatif terhadap masalah lingkungan,” ujar salah satu guru pendamping MA Falahul Huda.

Kreasi ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton yang berjejer di sepanjang jalan utama desa. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka.

Partisipasi MTs Falahul Huda dengan Drum Band yang Menggetarkan

Marching Band Guide Line - MTs Falahul Huda 2025

Tidak hanya MA, MTs Falahul Huda juga tampil memukau dengan barisan drum band yang energik. Irama musik yang bersemangat menggema di udara, menambah semarak karnaval. Para siswa tampil dengan seragam rapi, mengatur barisan dengan penuh disiplin, sambil memperlihatkan keterampilan bermusik yang mereka latih berbulan-bulan sebelumnya.

Bagi MTs Falahul Huda, keikutsertaan dalam karnaval bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sarana melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Penampilan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan juga melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat.

Lomba-Lomba Meriah HUT RI ke-80 di MTs dan MA Falahul Huda

Selain tampil di karnaval, MTs dan MA Falahul Huda juga menyemarakkan peringatan HUT RI ke-80 dengan mengadakan berbagai lomba khas Agustusan. Lomba-lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai media mempererat persaudaraan antar siswa, guru, serta warga sekitar.

Beberapa lomba yang digelar antara lain:

Menjadi cabang lomba paling bergengsi yang selalu ditunggu, antar kelas saling adu strategi dan kekompakan di lapangan.
Lomba adu cepat yang menguji kecepatan dan stamina siswa-siswi, sekaligus memupuk sportivitas.
 
Lomba penuh tawa karena peserta harus bekerja sama memindahkan tepung dengan mata tertutup, melatih kekompakan dan kesabaran.
 
Lomba unik yang mengundang gelak tawa penonton, karena para peserta berusaha memancing benda kecil menggunakan lidi sederhana.
Peserta menampilkan kekompakan suara dan semangat kebersamaan melalui nyanyian Mars Madrasah yang penuh makna.
Lomba ketangkasan dan kekompakan tim dengan memindahkan air menggunakan wadah kecil secara estafet.
Sebagai pelengkap, panitia juga menyiapkan berbagai lomba tradisional yang selalu diminati peserta didik.

Acara lomba ini tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga melibatkan guru serta alumni. Dengan demikian, hubungan antar generasi di lingkungan MTs dan MA Falahul Huda semakin erat.

Kreativitas Masyarakat Mojoagung

Selain lembaga pendidikan, masyarakat dari berbagai RT dan dusun juga turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam kreasi. Ada yang membawa miniatur hasil bumi, pawai kostum budaya, hingga pertunjukan seni tradisional seperti barongan dan kuda lumping.

Kreativitas ini menunjukkan bahwa karnaval bukan hanya milik kalangan tertentu, melainkan milik seluruh warga desa. Semangat gotong royong terasa kental, mulai dari persiapan kostum, dekorasi, hingga kerja sama menjaga ketertiban jalannya acara.

Dukungan Pemerintah Desa

Ibu Eling Trisnaningsih, S.E. selaku Kepala Desa Mojoagung dalam sambutannya mengapresiasi partisipasi semua pihak yang telah membuat acara berjalan sukses.

Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana silaturahmi dan media ekspresi masyarakat. Tahun ini lebih istimewa karena ada pesan lingkungan yang dikemas dalam karya seni anak-anak kita, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan serupa agar menjadi agenda tahunan yang dapat meningkatkan semangat persatuan dan identitas budaya masyarakat Mojoagung.

Pesan Kebersamaan dan Lingkungan

Melalui karnaval dan rangkaian lomba HUT RI ini, masyarakat Mojoagung membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu menjaga kebersamaan, tetapi juga peduli pada isu-isu penting seperti pelestarian lingkungan dan penanaman nilai nasionalisme.
 
Penampilan siswi MA Falahul Huda dengan gaun plastik dan kertas menjadi simbol pergeseran cara pandang terhadap sampah: dari masalah menjadi peluang. Sementara lomba-lomba memperlihatkan semangat sportivitas dan gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Karnaval Desa Mojoagung 2025 telah menjadi panggung kebersamaan, kreativitas, dan edukasi lingkungan. Kehadiran MTs, MA, dan Pondok Pesantren Falahul Huda bukan hanya memperkaya ragam penampilan, tetapi juga memberi pesan moral, edukatif, dan kebangsaan bagi masyarakat.
 
Dengan antusiasme warga yang luar biasa, acara ini berhasil menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal masih hidup dan terus berkembang, selaras dengan nilai-nilai modernitas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap bumi.
Scroll to Top