Keutamaan dan Amalan di Bulan rajab

Keutamaan dan Amalam di Bulan Rajab

Rajab berasal dari kata “tarjib” yang artinya mengagungkan, karena orang arab zaman dulu sangat mengagungkan bulan rajab melebihi dari bulan-bulan yang lainya.
Selain rajab, ada istilah lain yang berkaitan dengan bulan tersebut, diantaranya yaitu:

  1. “Al Ashob” yang artinya mengalir, karena dalam bulan tersebut mengalir banyak sekali kebaikan.
  2. “Al ‘Ashom” yang artinya tuli, karena dalam bulan tersebut, diharamkan melakukan peperangan sehingga tidak terdengar suara dentingan pedang.

Keutamaan Bulan Rajab

Bulan rajab yang merupakan bulan ke tujuh dalam hitungan kalender hijriyah adalah salah satu dari empat bulan yang mulia (arba’atun hurum), disamping bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram sebagaimana dalam Al Qur’an surah At Taubah ayat 36.
Ibadah pada bulan-bulan tersebut pahalanya akan diperbesar, begitu pula sanksi atau dosa yang dilakukan.


Pada bulan tersebut, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram menuju ke Masjid Al Aqsa, dan selanjutnya dinaikkan ke langit yang ketujuh hingga mencapai sidratul muntaha untuk menerima perintah salat. Peristiwa tersebut yang dinamakan dengan Isra Mi’raj.

Amalan-Amalan Pada Bulan Rajab

Nabi Muhamad Saw mensyariatkan beberapa amalan-amalan yang khusus dikerjakan pada bulan rajab yang mulia, diantaranya yaitu:
1. Memperbanyak membaca doa

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

Nabi SAW bersabda:

إذَا دَخَلَ رَجَبَ قَالَ أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

“Ketika masuk bulan rajab, Nabi membaca doa: Ya Allah limpahkanlah keberkahan kepada kami di bulan rajab, sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan ramadhan.”

2. Menghidupkan malam awal bulan rajab dengan ibadah dan do’a, karena termasuk salah satu malam yang mustajabah untuk berdo’a. Sebagaimana sabda Nabi:

خَمْسُ لَيَالٍ لاَ يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ لَيْلَةِ اْلجُمْعَةِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةِ اْلقَدْرِ وَلَيْلَتَا اْلعِيْدِ

“Ada lima malam yang do’a tidak akan tertolak, yaitu malam jumat, awal malam bulan rajab, malam tanggal 15 bulan sya’ban, pada lailatul qadar, dan malam dua hari raya.”

3. Memperbanyak membaca istighfar sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ اَلَّذِيْ لَاإِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا

4. Puasa
Dari sahabat Muadz bin Jabal RA, dari Nabi Muhammad SAW:

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبَ يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللهِ دَخَلَ اْلجَنَّةَ

“Barang siapa puasa satu hari di bulan rajab karena mengharap ridho dari Allah maka akan masuk surga.”

Dari sahabat Anas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

فِى اْلجَنَّةِ نَهَرٌ يُقَالُ لَهُ رَجَبُ اَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ الَّلبَنِ وَأَحَلَّى مِنَ اْلعَسَلِ مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبَ سَقَاهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ ذَالِكَ النَّهَر

“Di dalam surga terdapat sebuah sungai yang bernama “sungai rajab” yang airnya lebih putih dari pada air susu dan rasanya lebih manis dari pada madu. Barang siapa puasa satu hari dibulan rajab, maka Allah akan memberi minum dari air sungai tersebut.”

Scroll to Top